Banyak pebisnis di Indonesia yang menggunakan Salesforce merasa bingung mengenai posisi kedua teknologi ini. Apakah Agentforce akan menggantikan Einstein? Ataukah keduanya berjalan beriringan? Memahami keterkaitan antara Agentforce Einstein AI sangat penting untuk menentukan strategi transformasi digital perusahaan Anda.

Apa Itu Einstein AI?

Salesforce Einstein AI

Einstein AI adalah lapisan kecerdasan buatan terintegrasi yang telah lama menjadi bagian dari Salesforce. Sejak peluncurannya, Einstein berfungsi sebagai asisten pintar yang membantu user melakukan prediksi dan mendapatkan rekomendasi berdasarkan data.

Einstein AI bekerja dengan cara menganalisis pola perilaku customer. Misalnya, dalam fungsi marketing, Einstein dapat memprediksi kapan waktu terbaik untuk mengirim email agar mendapatkan open rate tertinggi. Selain itu, teknologi ini juga memberikan skor pada setiap leads yang masuk, sehingga tim sales tahu mana yang harus diprioritaskan.

Meskipun sangat canggih, Einstein AI versi awal sebagian besar bersifat prediktif dan generatif. Artinya, AI ini bisa memberi tahu Anda apa yang mungkin terjadi atau membantu Anda menulis draf email. Namun, AI tersebut tetap membutuhkan instruksi manual dan pengawasan manusia yang ketat untuk mengeksekusi tugas di dalam sistem CRM Anda.

Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca disini Mengenal Einstein AI di Salesforce dan Cara Kerjanya

Mengenal Agentforce di Salesforce

Transisi Salesforce Agentforce Eintein AI

Agentforce adalah evolusi terbaru yang diluncurkan oleh Salesforce untuk membawa AI ke level berikutnya. Berbeda dengan pendahulunya yang bersifat asisten, Agentforce dirancang sebagai “Agen AI Otonom”. Teknologi ini tidak hanya memberikan saran, tetapi benar-benar mampu mengambil tindakan secara mandiri dalam alur kerja bisnis Anda.

Bayangkan Anda memiliki seorang staf ahli yang bekerja 24 jam sehari tanpa henti. Agentforce mampu menangani komplain customer, melakukan negosiasi harga dasar, hingga memperbarui status pengiriman tanpa campur tangan manusia. Hal ini bisa terjadi karena Agentforce menggunakan Atlas Reasoning Engine yang sangat cerdas untuk memahami konteks dan tujuan dari sebuah tugas.

Oleh karena itu, Agentforce bukan sekadar chatbot biasa. Ia memiliki akses ke data real-time melalui Salesforce Data Cloud. Akibatnya, setiap keputusan yang diambil oleh agen ini selalu akurat dan relevan dengan profil customer yang bersangkutan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai pengumuman resmi teknologi ini melalui Salesforce News untuk melihat visi masa depan mereka.

Perbedaan Agentforce vs Einstein AI: Perbandingan Head-to-Head

Agentforce vs. Einstein AI Mana yang lebih bermanfaat?

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat perbandingannya melalui beberapa aspek kunci yang sering menjadi pertanyaan para pemimpin bisnis.

1. Kapasitas Pengambilan Tindakan

Perbedaan paling mendasar terletak pada kemandirian. Einstein AI umumnya berperan sebagai pendukung (Copilot). Ia menunggu instruksi Anda untuk membuat konten atau merangkum data. Sebaliknya, Agentforce bersifat proaktif. Ia bisa memulai interaksi dengan customer berdasarkan pemicu (trigger) tertentu dan menyelesaikan proses dari awal hingga akhir.

2. Teknologi Penalaran

Einstein AI sangat kuat dalam hal Predictive Analytics dan Generative AI dasar. Namun, Agentforce mengintegrasikan teknologi tersebut dengan mesin penalaran yang lebih kompleks. Dengan demikian, Agentforce mampu merencanakan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah yang rumit, bukan hanya sekadar menjawab teks.

3. Integrasi Data

Keduanya memang menggunakan Data Cloud. Namun, Agentforce memiliki kemampuan untuk menarik data dari berbagai sistem eksternal secara lebih luwes untuk menjalankan tugas otonomnya. Hal ini membuat Agentforce menjadi solusi yang lebih komprehensif untuk Salesforce di Indonesia yang memiliki ekosistem aplikasi bisnis yang beragam.

Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Agentforce Sekarang?

Saat ini, ekspektasi customer terhadap kecepatan layanan sangatlah tinggi. Mereka tidak ingin menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan sederhana. Selain itu, tim sales Anda seharusnya fokus pada membangun hubungan emosional dengan klien besar, bukan terjebak dalam tugas administratif yang membosankan.

Dengan menerapkan Agentforce , Anda memberikan ruang bagi tim manusia untuk menjadi lebih strategis. Agen AI ini akan menangani volume pekerjaan rutin yang besar dengan presisi tinggi. Selain itu, tingkat kesalahan manusia bisa ditekan seminimal mungkin karena AI bekerja berdasarkan parameter yang telah Anda tentukan dalam kebijakan perusahaan.

Banyak perusahaan global telah mulai beralih ke agen otonom untuk menjaga efisiensi operasional. Menurut riset dari Forbes mengenai Autonomous Agents, penggunaan agen pintar dalam CRM diprediksi akan menjadi standar baru dalam dua tahun ke depan. Oleh karena itu, memulai adaptasi sejak dini adalah langkah cerdas untuk mendahului kompetitor.

Case Study: Implementasi di Tim Sales dan Marketing

Kita ambil contoh nyata dalam skenario high-performance sales team. Biasanya, seorang sales representative menghabiskan banyak waktu untuk melakukan kualifikasi leads. Mereka harus mengirim email perkenalan, menjawab pertanyaan dasar tentang produk, dan mencocokkan jadwal untuk meeting.

Melalui Agentforce, proses kualifikasi ini bisa berjalan sepenuhnya otomatis. Agen AI akan menghubungi leads yang masuk melalui website, menjawab pertanyaan teknis secara mendalam dengan referensi produk yang ada di Salesforce Einstein Overview, dan langsung menjadwalkan kalender tim sales jika leads tersebut memenuhi kriteria.

Akibatnya, tim sales Anda hanya akan menerima jadwal pertemuan dengan calon customer yang sudah siap melakukan transaksi. Dengan demikian, waktu kerja menjadi jauh lebih efektif dan potensi revenue meningkat drastis. Strategi ini sangat cocok untuk bisnis dengan volume interaksi tinggi namun memiliki jumlah staf yang terbatas.

Transisi dari Einstein Copilot ke Agentforce

Bagi Anda yang sudah menggunakan fitur AI di Salesforce, transisi ini sebenarnya cukup intuitif. Anda tidak perlu membuang sistem yang lama. Sebaliknya, Anda bisa meningkatkan kapabilitas yang sudah ada. Langkah pertama adalah memastikan data perusahaan Anda sudah terpusat dan bersih di Data Cloud.

Setelah itu, Anda bisa mulai membangun “Agent” pertama Anda menggunakan Agent Builder. Di sini, Anda menentukan peran, instruksi, dan batasan apa saja yang boleh dilakukan oleh AI. Pada akhirnya, kontrol tetap berada di tangan Anda sebagai pemilik bisnis. Anda bisa memantau setiap tindakan agen tersebut melalui dasbor analitik yang transparan.

Selain itu, sangat penting untuk memberikan pelatihan singkat kepada tim internal mengenai cara berkolaborasi dengan agen AI ini. Dengan pemahaman yang benar, tim Anda tidak akan merasa terancam oleh kehadiran AI, melainkan merasa terbantu karena beban kerja yang repetitif telah diambil alih.

Masa Depan AI-Driven CRM

Meskipun terdengar teknis, tujuan utama dari Einstein AI serta Agentforce justru untuk membuat bisnis terasa lebih manusiawi. Dengan mengotomasi hal-hal teknis, manusia memiliki lebih banyak waktu untuk berinovasi dan berempati kepada customer. Perbedaan Agentforce vs Einstein AI menunjukkan bahwa teknologi tidak pernah berhenti berevolusi untuk mendukung produktivitas kita.

Saasten Technologies berkomitmen untuk membantu bisnis di Indonesia dalam menavigasi perubahan teknologi ini. Kami percaya bahwa setiap perusahaan memiliki kebutuhan unik, oleh karena itu pendekatan yang personal dalam implementasi CRM sangatlah krusial.

Apakah Anda siap melihat bagaimana Agentforce dapat mengubah cara kerja tim Anda? Jangan lewatkan kesempatan untuk mendalami teknologi ini lebih lanjut agar bisnis Anda tidak tertinggal di era otonom ini.


FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah Agentforce berbayar secara terpisah dari lisensi Salesforce biasa? Ya, Agentforce biasanya memiliki model penentuan harga tersendiri yang berbasis pada konsumsi atau penggunaan agen. Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan mitra resmi Salesforce untuk mendapatkan penawaran yang sesuai.

2. Apakah data perusahaan saya aman saat menggunakan Agentforce dan Einstein AI? Tentu saja. Salesforce menggunakan Einstein Trust Layer yang memastikan data sensitif Anda tidak pernah disimpan di model AI publik dan tetap berada dalam kendali keamanan infrastruktur Salesforce.

3. Apakah saya harus bisa coding untuk membuat agen di Agentforce? Tidak perlu. Agentforce dirancang dengan konsep low-code atau no-code. Anda bisa menggunakan bahasa alami untuk memberikan instruksi kepada agen mengenai tugas apa yang harus mereka selesaikan.

4. Apa perbedaan utama Agentforce dengan Chatbot biasa? Chatbot biasa bekerja berdasarkan alur pohon keputusan (decision tree) yang kaku. Sementara itu, Agentforce menggunakan penalaran cerdas untuk memahami maksud user dan bisa mengambil tindakan di berbagai modul Salesforce secara otonom.


Ingin Tahu Cara Meningkatkan Revenue dengan AI Otonom?

Ayo bergabung dalam webinar eksklusif kami yang akan membahas strategi penggunaan AI Agent untuk mendukung performa tim sales untuk bisnis anda.

Daftar Sekarang:

Scaling Revenue with Agentforce: Learn How AI Agents support High-Performance Sales Team 🚀

Author:

Marketing Executive at Saasten Technologies Dhoni membantu strategi pertumbuhan bisnis dan strategi marketing dengan sistem otomasi melalui edukasi teknologi seperti CRM dan AI Solutions.

Hubungi Kami: 📱 (+62) 878 8880 3822 📞 021-5030 1016 🌐 Website Saasten Instagram: @saastentechnologies YouTube: Saasten Technologies LinkedIn: Saasten Technologies