Banyak bisnis sudah berinvestasi besar pada CRM. Namun pada akhirnya, sistemnya jarang dipakai. Data berantakan. Tim sales kembali ke spreadsheet. Masalahnya sering bukan di tools, tetapi di proses dan partner implementasinya.

Di Saasten Technologies, kami sering menangani klien yang datang setelah gagal implementasi CRM sebelumnya.  Artikel ini membahas cara memilih CRM Consultant yang tepat untuk bisnis anda.

Apa Itu CRM Consultant dan Mengapa Perannya Krusial

CRM Consultant adalah partner strategis yang menjembatani proses bisnis dengan teknologi.

Perusahaan CRM Consultant yang baik membantu Anda:

  • Menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam sistem CRM

  • Menyederhanakan proses sales, marketing, dan service

  • Meningkatkan adopsi user di internal tim

  • Memastikan CRM scalable seiring pertumbuhan bisnis

Tanpa pendamping yang tepat, CRM sering berubah menjadi beban operasional. Akibatnya, ROI sulit tercapai.

Menurut Salesforce, lebih dari 70 persen proyek CRM gagal mencapai target awal karena kurangnya perencanaan dan adopsi user yang rendah. Fakta ini menunjukkan pentingnya peran consultant yang berpengalaman.

Kesalahan Umum Saat Memilih CRM Consultant

Sebelum membahas cara memilih yang tepat, penting memahami kesalahan yang sering terjadi.

 

leading CRM risk factors

Faktor Faktor yang Menyebabkan Kegagalan Proyek CRM -CRM Unplugged

Terlalu Fokus pada Harga Termurah

Harga murah memang menarik. Namun dalam praktiknya, implementasi CRM yang murah sering berujung mahal. Waktu terbuang. Data harus diperbaiki ulang. Bahkan sistem harus diulang dari awal.

Memilih Berdasarkan Tools Saja

Banyak bisnis memilih consultant karena mereka partner resmi CRM tertentu. Padahal, status partner tidak otomatis berarti memahami proses bisnis Anda.

CRM Consultant seharusnya tool agnostic di awal. Fokusnya pada kebutuhan bisnis, bukan langsung menjual platform tertentu.

Tidak Mengecek Pengalaman Industri

Setiap industri punya kompleksitas berbeda. B2B berbeda dengan B2C. SaaS berbeda dengan manufaktur. Tanpa pengalaman relevan, consultant akan banyak trial and error.

Framework Saasten dalam Memilih CRM Consultant

Berdasarkan pengalaman kami menangani berbagai implementasi CRM, kami menggunakan framework sederhana namun efektif.

1. Pahami Cara Mereka Menggali Kebutuhan Bisnis

CRM Consultant yang baik tidak langsung bicara fitur. Mereka akan bertanya banyak hal di awal.

Contohnya:

  • Bagaimana alur sales saat ini

  • Di mana bottleneck terbesar

  • KPI apa yang ingin dicapai

  • Siapa saja user utama CRM

Jika diskusi awal langsung membahas dashboard dan automation tanpa memahami konteks bisnis, itu merupakan red flag.

2. Evaluasi Pendekatan Implementasi yang Digunakan

Di Saasten, kami selalu memulai dengan fase discovery dan mapping proses. Pendekatan ini sejalan dengan praktik yang dijelaskan dalam blueprint implementasi CRM yang banyak digunakan oleh partner global seperti HubSpot dan Salesforce.

CRM Consultant yang profesional memiliki roadmap jelas. Bukan sekadar setup teknis, tetapi juga change management.

Sebagai referensi, Anda bisa membaca panduan kami tentang strategi implementasi CRM bertahap di artikel:
Bagaimana Cara Implementasi CRM agar Bisnis Lebih Efektif dan Efisien?

3. Pastikan Fokus pada User Adoption

CRM tidak akan berguna jika tim tidak menggunakannya. Oleh karena itu, consultant harus memikirkan user experience sejak awal.

Contoh nyata. Salah satu klien kami di industri distribusi memiliki tim sales lapangan. CRM sebelumnya terlalu kompleks. Akibatnya, input data tidak konsisten. Setelah kami sederhanakan flow dan field, tingkat adopsi naik lebih dari dua kali lipat.

CRM Consultant yang baik selalu memikirkan kemudahan user, bukan hanya kelengkapan fitur.

4. Cek Kemampuan Integrasi dan Scalability

Bisnis modern jarang berdiri sendiri. CRM harus terhubung dengan sistem lain seperti marketing automation, ERP, atau customer support.

Menurut HubSpot, integrasi yang baik membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional hingga 30 persen. Oleh karena itu, consultant harus memahami ekosistem tools secara menyeluruh.

Pastikan mereka mampu merancang arsitektur CRM yang scalable, bukan solusi jangka pendek.

Baca juga artikel mengenai Panduan Lengkap Integrasi Salesforce untuk Bisnis di 2026

5. Tinjau Track Record dan Studi Kasus Nyata

Mintalah contoh proyek yang relevan. Bukan hanya logo klien, tetapi cerita di balik implementasinya.

Pertanyaan yang bisa Anda ajukan:

  • Tantangan apa yang paling sulit

  • Bagaimana solusi dirancang

  • Apa hasil yang dicapai setelah go live

Pendekatan ini membantu Anda menilai kedalaman pengalaman consultant.

Perbandingan CRM Consultant Lokal vs Global

Banyak bisnis bertanya mana yang lebih baik. Consultant lokal atau global.

Consultant global biasanya unggul di framework dan best practice internasional. Namun, consultant lokal seperti Saasten memiliki keunggulan memahami konteks pasar Indonesia.

Contohnya:

  • Cara kerja tim sales lokal

  • Pola pengambilan keputusan manajemen

  • Adaptasi proses terhadap budaya kerja

Kombinasi pemahaman global dan konteks lokal sering menjadi kunci keberhasilan implementasi.

Kapan Bisnis Anda Benar Benar Membutuhkan CRM Consultant

Tidak semua bisnis langsung membutuhkan consultant. Namun ada beberapa kondisi yang menjadi indikator kuat.

  • Tim sales mulai bertambah dan proses makin kompleks

  • Data customer tersebar di banyak tools

  • Reporting manual memakan waktu lama

  • Target growth agresif dalam 12 sampai 24 bulan

Jika Anda berada di fase ini, menggunakan CRM Consultant sejak awal justru lebih efisien.

Mengapa Banyak Proyek CRM Gagal di Tahun Pertama

Kegagalan sering terjadi karena kurangnya alignment antara bisnis dan sistem. CRM dibuat terlalu kompleks. Akibatnya, user enggan menggunakan. Selain itu, training sering dianggap formalitas.

Menurut Gartner, adopsi user adalah faktor nomor satu dalam keberhasilan CRM. Oleh karena itu, consultant harus terlibat aktif setelah go live.

Peran Saasten Technologies sebagai CRM Consultant

Di Saasten Technologies, kami memposisikan diri sebagai partner, bukan vendor. Kami terlibat sejak fase strategi hingga optimasi berkelanjutan.

Pendekatan kami:

  • Business first, tools second

  • Implementasi bertahap agar cepat menghasilkan ROI

  • Fokus pada adopsi dan dampak bisnis

Kami juga mengikuti standar dan best practice dari platform global seperti Salesforce dan HubSpot, yang bisa Anda pelajari lebih lanjut di:

Kesimpulan

Memilih CRM Consultant bukan soal siapa yang paling terkenal atau paling murah. Ini soal siapa yang paling memahami bisnis Anda dan mampu menerjemahkannya ke dalam sistem yang digunakan setiap hari.Dengan pendekatan yang tepat, CRM bukan hanya tools. CRM menjadi fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengimplementasikan solusi CRM, Saasten Technologies dapat membantu Anda mengimplementasikan CRM yang tepat untuk bisnis Anda. Hubungi kami untuk konsultasi gratis melalui ahli CRM kami di  (+62) 878 8880 3822 dan jadwalkan sekarang!

📞 Whatsapp Business atau Call: (+62) 878 8880 3822

☎️ Office Number: 021-5030 1016

Instagram: @saastentechnologies

YouTube: Saasten Technologies

LinkedIn: Saasten Technologies


FAQ

Apa perbedaan CRM Consultant dan CRM vendor?

CRM Consultant fokus pada strategi, proses, dan implementasi. Vendor fokus menjual software.

Berapa lama proses implementasi CRM idealnya?

Rata rata 4 sampai 12 minggu, tergantung kompleksitas dan kesiapan data.

Apakah CRM Consultant hanya untuk perusahaan besar?

Tidak. Banyak UKM justru mendapat manfaat besar jika menggunakan consultant sejak awal.

Apakah Saasten hanya menangani CRM tertentu?

Kami bekerja dengan berbagai platform CRM dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis klien.

Bagaimana cara memulai kerja sama dengan Saasten?

Anda bisa menghubungi tim kami untuk sesi konsultasi awal tanpa biaya.